News Mamuju — Pembangunan rumah jabatan (rujab) Wakil Bupati Mamuju terganggu setelah bahan bakar solar untuk ekskavator dilaporkan raib dicuri pada Jumat malam (19/9). Kasus ini tengah ditangani pihak kepolisian setempat karena menyebabkan kerugian material sekaligus menghambat kelancaran proyek strategis daerah.

Menurut keterangan pekerja proyek, solar yang disimpan di tangki ekskavator diketahui hilang saat pagi hari ketika alat berat akan digunakan kembali. Pencurian diperkirakan terjadi saat kondisi proyek sepi dan tidak ada penjaga.
Baca Juga : Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju Susun Rencana Kontinjensi Hadapi Wabah Penyakit Emerging
Kronologi Kejadian
Solar yang hilang diperkirakan mencapai ratusan liter, dengan nilai kerugian jutaan rupiah. Peristiwa ini diduga dilakukan oleh lebih dari satu pelaku yang mengetahui situasi di lokasi pembangunan.
“Kami baru sadar saat mesin ekskavator tidak bisa dihidupkan karena tangki kosong. Setelah dicek, ternyata solar sudah habis,” ungkap salah seorang operator alat berat.
Dampak pada Pekerjaan Proyek
Pencurian solar ini membuat pekerjaan pembangunan rujab Wabup Mamuju terhenti sementara. Alat berat yang digunakan untuk meratakan lahan tidak dapat dioperasikan, sehingga progres pembangunan mengalami keterlambatan.
Kontraktor proyek menyampaikan bahwa pihaknya segera mencari solusi dengan menambah pasokan solar baru, namun tetap berharap pelaku dapat segera ditangkap agar kejadian serupa tidak terulang.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolres Mamuju membenarkan laporan pencurian tersebut dan menyatakan tim Reskrim telah dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. Petugas juga telah meminta keterangan sejumlah saksi dari pekerja proyek dan warga sekitar.
“Kami masih mengumpulkan bukti, termasuk jejak kendaraan yang diduga digunakan pelaku. Kami imbau masyarakat yang melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi segera melapor,” tegas Kapolres.
Antisipasi Keamanan Proyek
Kasus ini menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat proyek pembangunan rujab Wabup merupakan salah satu program prioritas tahun 2025. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, kontraktor diminta menambah sistem pengamanan, seperti penjagaan malam dan pemasangan lampu penerangan di sekitar lokasi proyek.
“Keamanan aset negara harus dijaga bersama. Jangan sampai pembangunan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat terhambat karena ulah oknum tak bertanggung jawab,” ujar pejabat Pemkab Mamuju.
Kesimpulan
Kasus pencurian solar ekskavator di proyek rumah jabatan Wakil Bupati Mamuju menambah daftar persoalan keamanan material pembangunan di daerah. Selain menimbulkan kerugian, pencurian ini juga memperlambat progres proyek strategis. Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian berkomitmen memperkuat pengawasan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.








