News Mamuju – Peristiwa mengejutkan terjadi di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, ketika seorang siswa sekolah dasar (SD) menjadi korban kekerasan oleh seorang preman. Korban diduga dicekik dan dipukul hanya karena dituding mengejek pelaku. Kasus ini memicu keresahan warga serta kecaman keras dari orang tua murid.

Kronologi Kejadian
Baca Juga : Pemprov Sulsel Usul 27 Inovasi di IGA 2025, Ada Layanan untuk Siswa-Nelayan
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, insiden terjadi di sekitar area sekolah korban. Saat itu, pelaku yang dikenal sebagai preman lokal menegur anak-anak yang sedang bercanda. Diduga salah satu perkataan korban dianggap sebagai ejekan, sehingga pelaku naik pitam. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mencekik dan memukul korban di depan teman-temannya.
“Korban tidak melawan, tapi tiba-tiba saja diperlakukan kasar. Kami semua kaget dan takut,” ujar salah satu saksi yang juga teman korban.
Kondisi Korban dan Respons Warga
Korban yang masih duduk di bangku SD itu mengalami luka ringan dan trauma psikologis akibat kejadian tersebut. Ia langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Orang tua korban sangat terpukul dan menuntut agar kasus ini ditangani dengan serius.
Sementara itu, warga sekitar merasa geram karena aksi premanisme dianggap sudah meresahkan. Mereka berharap aparat kepolisian menindak tegas pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.
Polisi Ambil Langkah Tegas
Kepolisian Resor Mamuju Tengah langsung turun tangan setelah menerima laporan. Kapolres Mamuju Tengah menegaskan pihaknya akan segera mengusut kasus ini dan memastikan pelaku mendapat hukuman sesuai hukum yang berlaku.
“Tidak ada toleransi bagi tindak kekerasan, apalagi terhadap anak-anak. Kami sudah mengantongi identitas pelaku dan proses hukum akan berjalan,” tegasnya.
Perlindungan Anak Jadi Sorotan
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan anak di ruang publik. Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Sulbar turut mengecam insiden tersebut. Mereka menilai kejadian ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap kekerasan pada anak.
“Anak-anak harus merasa aman di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kekerasan sekecil apa pun tidak boleh dibiarkan,” ujar perwakilan LPAI Sulbar.
Kesimpulan
Kekerasan terhadap siswa SD di Mamuju Tengah menjadi alarm penting bagi semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga aparat penegak hukum. Penanganan cepat dan penegakan hukum tegas diharapkan dapat memberi efek jera bagi pelaku sekaligus melindungi anak-anak dari tindak kekerasan serupa.








