News Mamuju – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah resmi meluncurkan nilai-nilai inti (core values) Aparatur Sipil Negara (ASN) BerAKHLAK sebagai arah budaya kerja baru di seluruh organisasi perangkat daerah. Peluncuran ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Mateng dalam memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

BerAKHLAK—singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif—telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai nilai dasar ASN Indonesia. Dengan mengadopsi nilai ini secara resmi, Pemkab Mateng berkomitmen membangun aparatur yang lebih profesional, bertanggung jawab, dan dekat dengan masyarakat.
Baca Juga : Mandor PT MUL Diduga Terlibat Pencurian Buah Sawit di Tommo Mamuju, Polisi Sita 2 Mobil Pick-up
Peluncuran dilakukan pada sebuah kegiatan khusus yang dihadiri unsur pimpinan daerah, pejabat OPD, serta ratusan ASN. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang sosialisasi mengenai implementasi nilai BerAKHLAK dalam keseharian para pegawai.
Bangun Budaya Kerja Solid dan Integritas Tinggi
Bupati Mamuju Tengah dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan budaya kerja adalah pondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, nilai BerAKHLAK bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus tercermin dalam sikap, tindakan, dan keputusan setiap ASN.
“Core values BerAKHLAK ini kita jadikan kompas moral untuk seluruh pegawai. Kita ingin agar pelayanan masyarakat bisa semakin cepat, tepat, dan transparan,” ujar Bupati.
Ia menekankan bahwa integritas dan akuntabilitas menjadi perhatian utama, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan publik yang mudah diakses, ramah, dan bebas pungutan liar.
Penguatan Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Dengan adopsi nilai BerAKHLAK, Pemkab Mamuju Tengah mendorong seluruh OPD untuk melakukan pembenahan internal, termasuk perbaikan alur layanan, inovasi pelayanan digital, serta peningkatan kompetensi SDM. Setiap ASN diwajibkan memahami tugas dan fungsi masing-masing, serta bekerja berdasarkan prinsip pelayanan prima.
Sejumlah OPD mulai merancang program turunan seperti pelatihan etika pelayanan, layanan cepat tanggap, dan pengembangan aplikasi digital untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi dan mengurus administrasi.
“ASN harus menunjukkan kemampuan adaptif menghadapi perubahan. Dunia digital menuntut pelayanan semakin efisien dan responsif,” jelas Sekda Mateng.
Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Pemerintahan Modern
Selain memperkuat internal ASN, nilai BerAKHLAK menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemkab Mateng berupaya memperkuat kerja sama dengan pemerintah provinsi, instansi vertikal, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk mempercepat pembangunan daerah.
Penerapan nilai Kolaboratif diharapkan mampu mengatasi berbagai tantangan seperti pemerataan layanan, peningkatan kualitas infrastruktur, dan percepatan pengentasan kemiskinan.
Dengan langkah ini, Pemkab Mamuju Tengah yakin mampu mewujudkan pemerintahan yang lebih modern, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.








