News Mamuju – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mamuju pada tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan kontribusi terbesar masih berasal dari sektor pajak daerah. Namun demikian, sektor retribusi daerah hingga kini masih menjadi tantangan yang belum terpecahkan, sehingga potensi PAD belum tergarap maksimal.

Pajak Jadi Penopang Utama
Baca Juga : Distapang Sulbar Salurkan Bantuan Pangan di Kabupaten Majene
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mamuju, pajak daerah seperti pajak hotel, restoran, hiburan, dan pajak bumi bangunan (PBB) mendominasi kontribusi PAD. Kenaikan penerimaan pajak terjadi seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat pascapandemi dan maraknya investasi lokal.
“Pajak daerah masih menjadi tulang punggung PAD Mamuju. Capaian ini menunjukkan adanya kesadaran wajib pajak yang semakin baik,” ujar Kepala Bapenda Mamuju.
Retribusi Masih Tertinggal
Meski sektor pajak menunjukkan performa baik, penerimaan dari retribusi daerah masih jauh dari target. Sejumlah faktor menjadi kendala, mulai dari sistem pemungutan yang belum optimal, lemahnya pengawasan, hingga rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi.
“Banyak potensi retribusi yang belum tergali maksimal, terutama dari sektor pasar, perizinan, dan pelayanan publik. Ini masih menjadi pekerjaan rumah besar,” tambahnya.
Upaya Perbaikan dan Digitalisasi
Untuk meningkatkan penerimaan retribusi, Pemkab Mamuju mulai mendorong digitalisasi pembayaran agar lebih transparan dan memudahkan masyarakat. Selain itu, penguatan regulasi serta penertiban kebocoran di lapangan juga menjadi fokus pembenahan di tahun ini.
Pemerintah daerah juga berencana melakukan evaluasi tarif retribusi yang sudah lama tidak diperbarui agar sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini tanpa memberatkan masyarakat.
Harapan ke Depan
Pengamat ekonomi daerah menilai, ketergantungan PAD pada sektor pajak harus diimbangi dengan optimalisasi retribusi agar Mamuju memiliki sumber pendapatan yang lebih berimbang dan berkelanjutan.
“Jika retribusi bisa dibenahi, PAD Mamuju akan semakin kuat untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik,” ungkap salah satu pengamat ekonomi lokal.
Penutup
Dengan capaian pajak daerah yang positif, Mamuju memiliki modal besar untuk memperkuat PAD. Namun, tantangan terbesar ada pada sektor retribusi yang hingga kini masih menjadi batu sandungan. Perlu inovasi, pengawasan ketat, serta partisipasi masyarakat agar penerimaan retribusi dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan daerah.








