News Mamuju — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat menegaskan bahwa provinsi Sulbar siap seribu persen memiliki ibu kota yang lebih representatif. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan pelayanan publik.

Alasan Pemindahan Ibu Kota
Saat ini, Mamuju masih berstatus sebagai ibu kota Sulawesi Barat. Namun, seiring pertumbuhan penduduk, dinamika pembangunan, serta kebutuhan infrastruktur yang semakin kompleks, muncul wacana penataan ulang pusat pemerintahan. Ketua DPRD menilai langkah ini penting agar Sulbar mampu mengejar ketertinggalan dari provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia.
Baca Juga : Tokoh Pejuang Harap Pembangunan Sulbar Berkelanjutan dan Merata
“Ibu kota adalah wajah provinsi. Kita ingin ibu kota Sulbar mampu mencerminkan semangat pembangunan, keterbukaan, dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Ketua DPRD.
Infrastruktur Jadi Fokus Utama
Kesiapan Sulbar memiliki ibu kota tidak hanya sebatas wacana. Pemerintah provinsi bersama DPRD telah menyiapkan langkah strategis, mulai dari penyediaan lahan, perencanaan tata ruang, hingga pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, listrik, dan fasilitas publik.
Selain itu, sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian juga akan diperkuat agar calon ibu kota benar-benar bisa menjadi pusat aktivitas masyarakat. Dengan begitu, pembangunan ibu kota baru tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga fungsional dan berdaya guna.
Dukungan Masyarakat dan Stakeholder
Ketua DPRD Sulbar menekankan bahwa keberhasilan pemindahan atau penguatan ibu kota sangat bergantung pada dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia juga mengajak stakeholder, baik dari kalangan pemerintah pusat, swasta, maupun investor, untuk terlibat dalam pembangunan ini.
“Kami siap seribu persen, tapi tentu harus ada kolaborasi. Pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat harus bergandengan tangan agar mimpi besar ini terwujud,” katanya.
Dampak Positif bagi Sulbar
Jika rencana ini terealisasi, maka Sulbar berpeluang mempercepat pembangunan ekonomi daerah. Infrastruktur yang lebih baik akan membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, ibu kota yang tertata modern dapat memperkuat posisi Sulbar sebagai gerbang strategis di kawasan Indonesia Timur.
Penutup
Pernyataan tegas Ketua DPRD Sulbar menjadi sinyal kuat bahwa provinsi ini siap seribu persen untuk memiliki ibu kota yang lebih maju. Dengan dukungan infrastruktur, kolaborasi lintas sektor, dan semangat masyarakat, Sulbar optimis mampu melangkah lebih jauh menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.








