,

Hujan Deras Sejak Dini Hari Sebabkan Genangan Setinggi 40 Sentimeter, Arus Lalu Lintas Tersendat

by -523 Views

News Mamuju – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, sejak dini hari menyebabkan banjir menggenangi sejumlah titik jalan utama, termasuk di perempatan Jalan Cik Ditiro–Pengayoman pada Selasa (7/10/2025) pagi.
Genangan air dengan ketinggian antara 30 hingga 40 sentimeter membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat, terutama bagi pengendara roda dua.

Warga Desa Tanjung Kemala Kabupaten OKU terisolasi akibat banjir - ANTARA  News Sumatera Selatan - Berita Terkini Sumatera Selatan
Hujan Deras Sejak Dini Hari Sebabkan Genangan Setinggi 40 Sentimeter, Arus Lalu Lintas Tersendat

Kondisi ini diperparah oleh saluran drainase yang tersumbat akibat tumpukan sampah dan lumpur, sehingga air hujan tidak bisa mengalir dengan lancar menuju saluran pembuangan.

Baca Juga : Pria Mabuk di Mamuju Lompat ke Sungai-Hilang Usai Kejar Warga-Lawan Polisi


🚗 Arus Lalu Lintas Tersendat, Pengendara Diminta Hati-Hati

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kendaraan terpaksa memutar arah untuk menghindari genangan.
Beberapa pengendara motor bahkan memilih menepi dan menunggu air surut. Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polresta Mamuju turun langsung mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan panjang.

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintas. Air cukup tinggi di tengah perempatan, dan arusnya cukup deras,” kata Aiptu Rudi Hartono, petugas lalu lintas di lokasi kejadian.

Petugas juga telah memasang tanda peringatan di beberapa titik agar kendaraan besar tidak melintas di jalur tersebut untuk sementara waktu.


🌧️ Drainase Tersumbat Jadi Penyebab Utama

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Mamuju, Hasanuddin, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di kawasan Cik Ditiro–Pengayoman merupakan akibat dari tersumbatnya saluran air oleh sedimen dan sampah rumah tangga.

“Saluran drainase di area itu sudah kita identifikasi lama bermasalah. Saat hujan deras turun dengan intensitas tinggi seperti pagi ini, air langsung meluap ke jalan,” ujarnya.

Pihaknya berjanji akan segera menurunkan tim untuk melakukan pembersihan dan pengerukan drainase agar aliran air kembali normal.


🧹 Warga dan BPBD Turun Bersama Tangani Genangan

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju bersama warga sekitar terlihat melakukan pembersihan parit dengan alat sederhana.
Beberapa relawan juga membantu mengevakuasi kendaraan warga yang mogok akibat terendam air.

“Kami berharap hujan segera reda. Biasanya kalau tidak turun hujan tambahan, air akan surut dalam dua sampai tiga jam,” ujar Sahrul, salah seorang warga Jalan Pengayoman.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air karena dapat memperparah genangan di musim penghujan ini.


🌦️ BMKG: Mamuju Masuki Awal Musim Penghujan

Berdasarkan data dari BMKG Sulbar, wilayah Mamuju kini telah masuk awal musim penghujan dengan potensi curah hujan tinggi yang disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi genangan air, pohon tumbang, dan tanah longsor di wilayah lereng,” kata Prakirawan BMKG Mamuju, Nuraini Hamsah.

Pemerintah daerah berencana mempercepat program normalisasi drainase dan pengerukan saluran air perkotaan untuk mencegah genangan serupa di masa mendatang.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.