News Mamuju — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, meninjau langsung rencana lanjutan pembangunan Jalan Arteri Tepi Laut di Mamuju. Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi mempercepat pengembangan infrastruktur strategis di kawasan pesisir ibu kota provinsi.

Jalan arteri tersebut sebelumnya telah dibangun dalam beberapa tahap dan menjadi salah satu proyek prioritas karena berfungsi sebagai jalur alternatif sekaligus kawasan penunjang pertumbuhan ekonomi baru. Rencana lanjutan pembangunan kini memasuki fase finalisasi desain dan penyiapan anggaran.
Baca Juga : Biro Organisasi Setda Sulbar Kunjungi Bapperida, Bahas Progress RB dan Sakip
Percepat Konektivitas dan Kurangi Kemacetan
Saat meninjau lokasi, Gubernur Suhardi Duka menegaskan pentingnya proyek ini dalam menunjang mobilitas warga Mamuju yang semakin padat.
“Jalan arteri tepi laut adalah kebutuhan mendesak. Ini bukan hanya membuka akses baru, tetapi juga mengurai beban lalu lintas di kawasan kota. Pemerintah provinsi berkomitmen menyelesaikan tahapan selanjutnya secepat mungkin,” ujarnya.
Menurut Suhardi, keberadaan jalur alternatif pesisir akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk mempercepat arus distribusi barang, memperluas ruang pertumbuhan ekonomi, dan memaksimalkan potensi wisata bahari di Mamuju.
Koordinasi dengan Kementerian PUPR dan Pemkab
Gubernur juga menyampaikan bahwa pembangunan lanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, namun melibatkan kolaborasi antara Pemkab Mamuju dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Kami sudah komunikasikan dengan Kementerian PUPR agar pembangunan ini bisa menjadi bagian dari program strategis nasional. Kita berharap dukungan penuh, baik secara teknis maupun pendanaan,” kata Suhardi.
Ia menambahkan bahwa pemprov akan memastikan seluruh proses perencanaan mengikuti standar kelayakan, termasuk kajian lingkungan, desain teknis, hingga kesiapan lahan.
Dampak Ekonomi bagi Warga Pesisir
Selain meningkatkan konektivitas, pembangunan arteri tepi laut disebut akan membuka ruang tumbuhnya sentra ekonomi baru di kawasan pesisir.
Seorang tokoh masyarakat setempat, Hamsir (52), menyambut baik kelanjutan proyek tersebut.
“Kalau jalan ini tersambung penuh, aktivitas warga akan lebih mudah. Pedagang dan nelayan juga sangat terbantu karena akses ke pusat kota semakin cepat,” ujarnya.
Tahapan Pembangunan Segera Dimulai
Pemprov Sulbar menargetkan proses lelang dan penetapan kontraktor dapat dilakukan setelah semua dokumen teknis rampung. Pembangunan fisik ditargetkan mulai berjalan pada tahun anggaran berikutnya.
“Kami ingin memastikan pekerjaan ini tidak setengah-setengah. Jalan arteri tepi laut akan menjadi ikon baru Mamuju sekaligus infrastruktur yang memberi nilai tambah besar bagi daerah,” tegas Gubernur Suhardi.
Dengan peninjauan ini, pemerintah berharap tahap lanjutan pembangunan dapat segera dieksekusi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu dekat.








