News Mamuju — Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Poros Mamuju–Kalukku, tepatnya di Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (8/11/2025) pagi. Dua pelajar yang berboncengan sepeda motor tewas di tempat setelah motor yang mereka kendarai terlindas truk pengangkut material.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WITA, saat arus lalu lintas di kawasan itu sedang padat karena jam berangkat sekolah dan kerja.
Kronologi Kecelakaan
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kedua korban yang berinisial AR (16) dan RF (17), warga Kecamatan Simboro, sedang dalam perjalanan menuju sekolah dengan mengendarai motor matic berpelat DC 5478 MU. Saat hendak menyalip kendaraan di depannya, motor korban diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke arah kanan jalan.
Baca Juga : Kapolri Listyo Sigit Pimpin Apel Ojol di Jabar: 5.000 Driver Deklarasi Jaga Kamtibmas
Di saat bersamaan, sebuah truk pengangkut pasir melintas dari arah berlawanan. Kecelakaan tak terhindarkan, dan kedua pelajar tersebut terlindas ban belakang truk.
“Mereka mau salip, tapi mungkin kaget karena ada kendaraan dari depan. Langsung oleng dan jatuh ke jalur kanan,” tutur Hasan (34), warga sekitar yang menjadi saksi mata.
Petugas Satlantas Polresta Mamuju yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi kedua korban ke RSUD Regional Mamuju.
Kedua Korban Meninggal di Tempat
Kasat Lantas Polresta Mamuju, AKP Satria Nugraha, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kedua korban meninggal di tempat akibat luka parah di bagian kepala dan dada.
“Kedua korban merupakan pelajar yang hendak berangkat sekolah. Kondisi mereka sangat mengenaskan. Petugas sudah mengamankan sopir truk dan kendaraan untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata AKP Satria.
Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah faktor kurangnya kehati-hatian pengendara sepeda motor saat menyalip di jalur sempit serta kondisi jalan yang licin setelah diguyur hujan.
Imbauan Keselamatan Berlalu Lintas
Polisi mengimbau para pelajar agar lebih berhati-hati di jalan dan tidak berkendara dengan kecepatan tinggi, terutama di jam sibuk pagi hari.
“Kami juga mengingatkan para orang tua agar memastikan anak-anak yang belum memiliki SIM tidak membawa kendaraan sendiri. Keselamatan jauh lebih penting,” tegas AKP Satria.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas di kalangan remaja. Pemerintah daerah bersama kepolisian berencana meningkatkan edukasi keselamatan berkendara di sekolah-sekolah menengah di Mamuju.








