News Mamuju – Dinsos Sulbar menunjukkan komitmen kuat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dengan menghadiri rapat persiapan peluncuran Pos Rujukan Stunting dan penyerahan bantuan tunai di Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan gizi kronis yang masih menjadi tantangan di Sulawesi Barat.

Rapat tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, instansi kesehatan, hingga unsur pendamping sosial. Dinsos Sulbar berperan aktif dalam menyusun skema pendampingan keluarga berisiko stunting agar program berjalan tepat sasaran. Melalui pertemuan ini, seluruh pihak menyamakan persepsi terkait mekanisme peluncuran pos rujukan dan penyaluran bantuan tunai.
Baca Juga : Sekda Sulbar di HUT ke-13 Mamuju Tengah, Tegaskan Kolaborasi Kunci Pembangunan Daerah
Pos Rujukan Stunting dirancang sebagai pusat layanan terpadu bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan gizi, kesehatan, dan sosial. Keberadaan pos ini akan memudahkan masyarakat mengakses layanan rujukan secara cepat dan terkoordinasi. Dinsos Sulbar memastikan program bantuan tunai mendukung kebutuhan dasar keluarga penerima manfaat, terutama ibu hamil dan balita.
Dinsos Sulbar juga menekankan pentingnya validasi data penerima bantuan. Data yang akurat akan memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting. Pendamping sosial akan menjalankan peran penting dalam melakukan pemantauan dan evaluasi di lapangan.
Pemerintah daerah Kabupaten Mamuju menyambut baik sinergi yang terbangun dalam rapat tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat implementasi program sekaligus meningkatkan efektivitas intervensi stunting. Dengan dukungan semua pihak, peluncuran Pos Rujukan Stunting dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Upaya penanganan stunting membutuhkan komitmen jangka panjang dan kerja sama lintas sektor. Melalui keterlibatan aktif dalam rapat persiapan ini, Dinsos Sulbar menegaskan perannya sebagai penggerak utama program perlindungan sosial. Ke depan, pemerintah berharap program ini mampu meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan menciptakan generasi Sulawesi Barat yang sehat dan berdaya saing.








