, ,

Dinsos Mamuju Dorong Kemandirian Warga Lewat Bantuan Sosial Berkelanjutan

by -482 Views

News Mamuju — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mamuju terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka kemiskinan melalui berbagai program bantuan sosial yang menyasar langsung masyarakat miskin dan rentan. Sejumlah program diluncurkan sepanjang tahun 2025, mulai dari bantuan sembako, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan rumah layak huni.

Dinsos Sulbar Gelar Pertemuan dengan Satgas Stunting dan Pendamping PKH  Mamuju, Ini yang Dibicarakan – Sulbar Online
Dinsos Mamuju Dorong Kemandirian Warga Lewat Bantuan Sosial Berkelanjutan

Kepala Dinsos Mamuju Rahmawati menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Mamuju dalam program Mamuju Peduli dan Inklusif, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga : Kanwil Hukum Sulbar Perkuat Akses Keadilan Hingga Pelosok

“Kami hadir langsung ke masyarakat, tidak hanya memberikan bantuan konsumtif seperti sembako, tetapi juga bantuan produktif yang bisa mengubah taraf hidup keluarga miskin,” ujar Rahmawati.

Bantuan Sembako hingga Program Ekonomi Produktif

Dalam kegiatan terbaru yang dilaksanakan di Kelurahan Binanga dan Kecamatan Simboro, Dinsos Mamuju menyalurkan bantuan paket sembako bagi ratusan kepala keluarga penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa beras, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

Selain itu, Dinsos juga meluncurkan program ekonomi produktif, berupa bantuan modal usaha kecil untuk pedagang kaki lima dan ibu rumah tangga. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.

“Beberapa penerima bantuan sudah mulai membuka usaha kecil seperti warung makan dan penjualan hasil olahan ikan. Kami akan terus lakukan pendampingan,” tambahnya.

Fokus Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Dinsos Mamuju mencatat sedikitnya 5.200 keluarga masih masuk dalam kategori miskin ekstrem. Pemerintah daerah berupaya menekan angka tersebut melalui kerja sama dengan Bappeda, Dinas Ketenagakerjaan, dan Baznas Mamuju.

Melalui integrasi data dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), Dinsos memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan menghindari tumpang tindih penerima. “Kami gunakan pendekatan berbasis data dan survei lapangan, agar bantuan yang diberikan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan,” jelas Rahmawati.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Dalam pelaksanaannya, Dinsos Mamuju juga menggandeng kelurahan, karang taruna, dan relawan sosial untuk mendampingi warga penerima bantuan. Keterlibatan masyarakat lokal dianggap penting untuk memastikan keberlanjutan program sosial dan pengawasan penyaluran bantuan.

Tokoh masyarakat Simboro, Abdullah, mengapresiasi langkah Dinsos yang dinilainya sangat membantu warga.

“Selama ini banyak warga kesulitan modal dan akses bantuan. Sekarang mereka mulai diperhatikan, bahkan ada pelatihan usaha kecil,” ujarnya.

Komitmen Lanjutkan Program di 2026

Dinsos Mamuju berkomitmen melanjutkan program sosial pada 2026 dengan pendekatan lebih inovatif. Salah satunya adalah rencana pembentukan pusat layanan terpadu bagi warga miskin, yang akan menyediakan pendampingan administrasi, akses bantuan, hingga layanan kesehatan dasar.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga Mamuju yang tertinggal dari layanan sosial pemerintah,” tegas Rahmawati.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Mamuju berharap target penurunan kemiskinan ekstrem dapat tercapai sebelum 2027 sesuai arahan pemerintah pusat.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.