News Mamuju – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Mamuju memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Sulawesi Barat dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Hingga awal Desember, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog Mamuju mencapai 2.500 ton, dan diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

Stok Aman Menghadapi Lonjakan Permintaan
Kepala Bulog Mamuju menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras pada musim liburan akhir tahun. Meski permintaan biasanya meningkat memasuki Nataru, stok yang ada dinilai lebih dari cukup untuk kebutuhan konsumsi, penyaluran bantuan pemerintah, maupun stabilisasi harga di pasaran.
Baca Juga : Tikungan Curam, Truk Fuso Laka Tunggal di Pangale Mateng Sopir Selamat Tanpa Luka
“Stok beras kita aman sampai enam bulan ke depan. Ketersediaan 2.500 ton ini cukup untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Nataru,” ujarnya.
Bulog juga menyiapkan skema operasi pasar (SPHP) jika terjadi kenaikan harga di tingkat pedagang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga beras agar tetap terjangkau masyarakat.
Distribusi Berjalan Lancar
Selain menjamin kecukupan stok, Bulog Mamuju memastikan distribusi beras ke berbagai wilayah tetap terkendali. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah, pihak kepolisian, dan dinas perdagangan untuk memastikan rantai pasok tidak terganggu, terutama memasuki musim hujan yang berpotensi menghambat mobilitas logistik.
“Distribusi kita berjalan normal. Ada beberapa daerah yang aksesnya cukup jauh, tetapi hingga saat ini tidak ada kendala signifikan,” jelas pihak Bulog.
Bulog juga mengantisipasi peningkatan penyaluran program bantuan pangan pemerintah (CPP) yang biasanya bertambah jelang akhir tahun. Dengan stok yang ada, perintah distribusi dipastikan bisa terpenuhi tepat waktu.
Aman Hingga Musim Paceklik
Menurut Bulog, jumlah 2.500 ton tersebut cukup untuk mencukupi kebutuhan beras masyarakat bahkan hingga memasuki masa paceklik atau awal panen 2026. Dengan demikian, kekhawatiran terkait kekurangan pasokan akibat perubahan cuaca atau produksi petani yang menurun dapat ditekan.
“Dengan stok yang ada, masyarakat tidak perlu panik membeli berlebihan. Semua kebutuhan beras terpenuhi hingga panen berikutnya,” jelasnya.
Antisipasi Harga Menjelang Akhir Tahun
Bulog menilai bahwa fluktuasi harga beras di pasar masih dalam kategori normal. Namun, pengawasan terus dilakukan untuk mencegah spekulasi dan penimbunan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.
Jika harga beras naik tajam, Bulog siap menggelontorkan beras SPHP sebagai intervensi stabilisasi harga.
“Kami akan terus pantau perkembangan di pasar. Operasi pasar siap digelar kapan saja demi menjaga keterjangkauan harga,” tegasnya.
Dengan ketersediaan stok melimpah dan distribusi yang lancar, Bulog Mamuju meyakinkan masyarakat bahwa kebutuhan beras untuk Nataru 2025–2026 dalam kondisi aman dan terkendali.








