News Mamuju – BPOM Mamuju mencatatkan capaian penting dalam pengawasan pangan setelah berhasil mengungkap temuan pangan rusak yang menonjol di tingkat nasional. Temuan ini muncul dari intensitas pengawasan yang terus BPOM tingkatkan di berbagai titik distribusi makanan, mulai dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern di wilayah Mamuju dan sekitarnya.

Dalam kegiatan pengawasan tersebut, petugas BPOM Mamuju menemukan sejumlah produk pangan yang tidak layak konsumsi. Petugas mendapati kemasan rusak, tanggal kedaluwarsa terlampaui, serta kondisi penyimpanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan. BPOM langsung menarik produk tersebut dari peredaran guna melindungi kesehatan masyarakat.
Baca Juga : Wilayah RI dengan Temuan Pangan Ilegal Terbanyak Jelang Nataru
Capaian BPOM mendapat perhatian di tingkat nasional karena menunjukkan efektivitas pengawasan di daerah. BPOM pusat menjadikan Mamuju sebagai salah satu contoh daerah yang konsisten menjalankan pengawasan pangan secara menyeluruh. Keberhasilan ini juga mencerminkan sinergi antara BPOM, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pangan.
Selain penindakan, BPOM aktif mengajak masyarakat untuk berperan dalam pengawasan. Masyarakat diimbau selalu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan. Partisipasi publik dinilai mampu memperkuat sistem pengawasan yang sudah berjalan.
Melalui pengawasan berkelanjutan, berkomitmen menjaga keamanan pangan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Langkah tegas dan konsisten ini diharapkan mampu menekan peredaran pangan rusak serta mendorong terciptanya lingkungan konsumsi yang sehat dan aman di Mamuju dan wilayah sekitarnya.








