News Mamuju — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus meningkatkan pemantauan kondisi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, menyusul meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Pemantauan dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi potensi banjir, longsor, dan angin kencang yang berisiko terjadi di beberapa kabupaten.

Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Syamsul, mengatakan bahwa tim siaga bencana telah disebar ke seluruh kabupaten, terutama daerah yang memiliki topografi curam dan dekat aliran sungai seperti Mamasa, Majene, dan Mamuju Tengah.
Baca Juga : Waspada Cuaca Ekstrem, Kadis PUPR Sulbar Imbau Masyarakat Berhati-hati dan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
“Kami terus memantau perkembangan cuaca harian berdasarkan laporan BMKG. Sejumlah daerah kini berstatus waspada karena intensitas hujan meningkat sejak awal November,” ujar Syamsul, Senin (3/11/2025).
Koordinasi dengan BMKG dan Pemerintah Daerah
BPBD Sulbar bekerja sama dengan BMKG Majene untuk memantau pola curah hujan dan potensi cuaca ekstrem hingga dua pekan ke depan. Dari hasil koordinasi, diperkirakan sebagian besar wilayah Sulbar akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada sore dan malam hari.
“Kami sudah menerima peringatan dini dari BMKG. Masyarakat diimbau agar berhati-hati, terutama yang tinggal di dekat tebing dan bantaran sungai,” jelasnya.
BPBD juga telah mengaktifkan posko siaga bencana di enam kabupaten untuk memantau laporan warga dan mempercepat respon jika terjadi bencana alam.
Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BPBD Sulbar melakukan langkah mitigasi dengan menyiapkan alat berat, perahu karet, dan logistik darurat. Selain itu, aparat desa dan relawan juga diminta memperbarui laporan kondisi lapangan secara berkala.
“Kami ingin penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi. Respons awal menjadi kunci agar tidak ada korban jiwa,” tambah Syamsul.
Selain peralatan, BPBD juga terus memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, terutama di wilayah rawan longsor seperti Kecamatan Tabulahan (Mamasa) dan Kecamatan Malunda (Majene).
Warga Diminta Waspada
Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada. BPBD mengingatkan agar warga tidak beraktivitas di daerah berisiko tinggi saat hujan deras berlangsung, serta segera melapor ke posko terdekat apabila melihat tanda-tanda bencana seperti retakan tanah atau debit sungai meningkat.
“Kewaspadaan masyarakat sangat penting. Kita semua punya peran untuk saling menjaga dan melaporkan potensi bahaya sejak dini,” ujar Syamsul.
Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Hingga Akhir November
BMKG memperkirakan kondisi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Barat masih akan berlangsung hingga akhir November 2025, seiring dengan transisi menuju puncak musim hujan. BPBD pun memastikan akan terus melakukan pemantauan harian dan memperbarui informasi kepada publik melalui kanal resmi dan media lokal.
“Kami berkomitmen menjaga keselamatan warga Sulbar. Informasi cuaca dan peringatan dini akan kami sampaikan secara real-time agar masyarakat selalu siap siaga,” tutup Syamsul.








