News Mamuju – Pembangunan Bendungan Budong-budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengatasi persoalan banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Proyek yang termasuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) ini menjadi salah satu infrastruktur penting bagi peningkatan ketahanan air dan kesejahteraan masyarakat.

Bendungan yang berlokasi di Kecamatan Tobadak tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 1.600 hektare dan memiliki kapasitas tampung mencapai 65 juta meter kubik air. Selain untuk pengendalian banjir, bendungan ini juga akan menyuplai kebutuhan air irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian, serta berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik dan destinasi wisata baru di wilayah Mamuju Tengah.
Baca Juga : Bapperida Sulbar Dampingi Gubernur Tinjau PSN di Budong-Budong, Mateng
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Pj. Bupati Mamuju Tengah, H. Muh. Rusli, S.E., M.M., menyampaikan bahwa keberadaan Bendungan Budong-budong akan memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung sektor pertanian dan perekonomian daerah.
“Dengan adanya bendungan ini, kita berharap tidak ada lagi keluhan kekeringan di lahan pertanian. Selain itu, saat musim hujan, potensi banjir di wilayah hilir juga bisa ditekan secara signifikan,” ujarnya.
Selain manfaat irigasi dan pengendalian banjir, bendungan ini juga akan mendukung penyediaan air baku bagi kebutuhan rumah tangga dan industri, serta menjadi kawasan potensial untuk pengembangan ekowisata dan perikanan air tawar.
Warga Sambut Pembangunan dengan Optimistis
Warga di sekitar lokasi proyek menyambut baik pembangunan bendungan tersebut. Salah seorang petani, Rahman (47), mengatakan bahwa selama ini mereka kerap kesulitan mengairi sawah saat musim kemarau.
“Kami sangat menunggu bendungan ini selesai. Kalau sudah ada, kami bisa tanam padi lebih dari sekali setahun,” ujarnya penuh harap.
Dukung Ketahanan Pangan Daerah
Keberadaan Bendungan Budong-budong juga dinilai akan memperkuat ketahanan pangan Sulawesi Barat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian dan pariwisata.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov Sulbar, dan Pemkab Mamuju Tengah, proyek ini ditargetkan rampung sesuai jadwal dan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.








