News Mamuju – Bea Cukai Parepare kembali mencatat capaian positif dalam mendukung kegiatan ekspor daerah. Sebanyak 9.970,9 metrik ton (MT) cangkang sawit asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, resmi diekspor menuju Jepang.

Langkah ini menunjukkan potensi besar Sulawesi Barat sebagai daerah penghasil komoditas perkebunan yang mampu menembus pasar global.
Baca Juga : Kantongi Izin Fasilitas Kawasan Berikat, 2 Perusahaan Ini Dapatkan Sejumlah Kemudahan
Layanan Bea Cukai untuk Dorong Ekspor
Kepala Bea Cukai Parepare menyampaikan bahwa pelayanan ekspor ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan. Dengan prosedur yang efisien, Bea Cukai memastikan keberangkatan kargo berjalan lancar dan sesuai standar internasional.
“Kami terus berkomitmen memberikan fasilitas dan asistensi agar para pelaku usaha di Sulbar semakin terdorong melakukan ekspor,” ujarnya.
Cangkang Sawit Jadi Komoditas Energi Jepang
Cangkang sawit (palm kernel shell) merupakan produk samping dari industri kelapa sawit yang saat ini sangat diminati Jepang sebagai bahan bakar biomassa ramah lingkungan. Permintaan tinggi dari Jepang menjadi peluang strategis bagi pengusaha Sulawesi Barat untuk memperluas pasar.
Dampak Ekonomi untuk Sulbar
Ekspor ini diproyeksikan memberikan dampak positif pada:
-
Pendapatan daerah, melalui devisa ekspor.
-
Kesempatan kerja, dari sektor perkebunan dan pengolahan.
-
Pengembangan sektor energi terbarukan, yang sejalan dengan tren global.
Pemerintah daerah Mamuju pun menyambut baik pencapaian ini, menyebut ekspor cangkang sawit sebagai bukti nyata bahwa komoditas perkebunan lokal memiliki daya saing di pasar internasional.
Langkah Lanjutan
Bea Cukai Parepare berjanji akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta instansi terkait untuk membuka lebih banyak peluang ekspor, tidak hanya cangkang sawit, tetapi juga komoditas unggulan lainnya dari Sulawesi Barat.
Kesimpulan
Ekspor 9.970,9 MT cangkang sawit dari Mamuju ke Jepang menjadi momentum penting bagi ekonomi Sulbar. Dengan dukungan Bea Cukai Parepare, potensi komoditas lokal semakin terbuka untuk menembus pasar global dan memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok energi terbarukan dunia.








