News Mamuju – Sebanyak 25 siswa sekolah di Mamuju mengalami dugaan keracunan makanan setelah menyantap hidangan yang disediakan oleh dapur MBG. Insiden tersebut sontak menimbulkan kepanikan, mengingat sebagian siswa harus mendapatkan perawatan medis di puskesmas dan rumah sakit setempat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360984/original/060440100_1758772505-Screenshot_2025-09-25_104434.jpg)
Gejala yang dialami para siswa meliputi mual, muntah, sakit perut, hingga pusing. Meski sebagian besar korban telah dipulangkan, kasus ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait standar kebersihan dan keamanan pangan di dapur penyedia makanan.
Baca Juga : Dapur MBG Ditutup Akibat 23 Siswa di Mamuju Diduga Keracunan
Dapur MBG Ditutup Sementara
Sebagai langkah cepat, pihak berwenang mengambil keputusan untuk menutup sementara dapur MBG hingga hasil investigasi resmi diumumkan. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan kepolisian melakukan peninjauan langsung ke lokasi dapur.
“Penutupan ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa. Kami sedang menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan minuman,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Mamuju.
Langkah Investigasi Pemerintah dan Kepolisian
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian kini tengah melakukan investigasi menyeluruh. Sampel makanan, minuman, hingga peralatan dapur telah diambil untuk diperiksa di laboratorium.
Kapolres Mamuju menegaskan bahwa jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran standar kebersihan, pihaknya tidak segan mengambil tindakan hukum. Hal ini untuk memastikan bahwa penyedia jasa katering lebih berhati-hati dalam menjaga mutu makanan.
Kondisi Terkini Para Korban
Hingga berita ini diturunkan, kondisi para siswa yang sempat mengalami keracunan dilaporkan berangsur membaik. Tenaga medis terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada dampak kesehatan jangka panjang.
Orang tua siswa pun berharap kejadian ini menjadi evaluasi serius bagi pihak sekolah dan penyedia katering, agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Tanggapan Masyarakat dan Pihak Sekolah
Pihak sekolah menyampaikan rasa prihatin atas insiden ini dan berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap penyedia makanan. Sementara itu, masyarakat Mamuju mendukung langkah tegas pemerintah menutup sementara dapur MBG demi kepentingan keselamatan publik.
“Ini harus jadi pelajaran penting. Jangan sampai ada siswa yang menjadi korban lagi hanya karena kelalaian standar kebersihan,” ujar salah satu orang tua siswa.
Kesimpulan
Kasus keracunan massal yang menimpa 25 siswa di Mamuju menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum. Penutupan sementara dapur MBG menjadi langkah tepat untuk mencegah risiko lebih besar, sekaligus memberi waktu bagi investigasi menyeluruh.
Diharapkan, hasil investigasi dapat segera diumumkan agar masyarakat mendapat kepastian, dan penyedia jasa makanan lebih disiplin dalam menjaga kualitas serta kebersihan produk yang mereka layani.








